Bagaimana Menggunakan Indikator Bollinger Bands Bollinger Bands Merupakan Salah Satu Indikator Untuk Mengukur Volatilitas dan Menentukan Arah Trend. Indikator ini sangat populer digunakan dalam berbagai jenis pasar termasuk pasar forex Selain arah trend, indikator ini dapat juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (überkauft) dan jenuh jual (überverkauft). Dalam kondisi pasar seitwärts (reicht), harga bergerak diantara ke 2 band. Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger. Seorang techniker trader pada tahun 1980. Indikator Bollinger bands meliputi sebuah einfach gleitender Durchschnitt (sma) dengan 2 band atau pita yang berada diatas dan dibawah garis sma. Band pada bagian atas disebut Upper Bollinger Band als Band pada bagian bawah disebut Lower Bollinger Band. Upper Dan Lower Band Ditentukan Berdasarkan Penambahan Dan Pengurangan Nilai Sma Dengan Standard Deviasi. Standard deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (wahrer Wert). Dengan ukuran volatilitas, ke 2 band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar. Parameter default sma. 20 Periode, Dan Standard Deviasi. 2. Volatilitas Ukuran Volatilitas Pasar Dapat Dilihat Pada Lebar Band. Apabila Volatilitas Sedang Tinggi Maka Jarak Ke 2 Band Akan Semakin Melebar. Biasanya terjadi ketika perubahan kondisi seitwärts ke kondisi trending. Beginen juga sebaliknya Volatilitas Yang Rendah Tampak Pada Jarak Ke 2 Band Yang Semakin Menyempit Dan Biasanya Terjadi Ketika Perubahan Dari Trending Ke seitwärts. Kondisi übertrieben dan überverkauft Kondisi übertrieben terjadi apabila harga sudah menyentuh oberen band tetapi harga penutupan masih dibawah oberen band, dan kondisi überverkauft jika harga menyentuh unteren band tetapi masih ditutup diatas unteren band. Sinyal untuk Eintrag Biasanya Terjadi Ketika Harga Telah Melewati (Menembus) Garis Sma-20 Dengan Ziel Pada Level Band Terdekat (Contoh Dapat Doughnat Pada Gambar Dibawah Ini). Kondisi tendenziell Kondisi Aufstieg terjadi apabila harga telah melewati (menembus) oberes band dan harga penutupan berada diluar band, sedangkan kondisi abtrend terjadi jika harga melewati unteres band dan ditutup diluar band. Seutelai konfirmasi dapat ditentukan dari formasi bar berikutnya. Pada Kondisi Trending Ke 2 Band Cenderung Untuk Bergerak Melebar. Pada Contoh Diatas GBPJPY Menembus Oberband Pada 4 April 2013, Dan Harga Ditutup Diluar Oberband. Harga pembukaan bar berikutnya masih diluar obere band dengan jarak ke 2 band yang melebar. Dengan sinyal tersebut kita dapat Eintrag kaufen dengan level exit ketika formasi doji yang mengisyaratkan pembalikan arah trend terbentuk, atau ketika harga telah menembus sma-20. Eingehende Suchbegriffe: cara menggunakan bollinger band indikator bollinger bandeinstellung bollinger band terbaik indikator bollinger cara menggunakan indikator bolingerband cara baca bollinger band teknik boliger band forex mengatur bolinger band scalping membaca grafiek bolinger forex Membaca bollinger bandBollinger bands sendiri sebenarnya terdiri atas tiga buah garis yang membentuk Semacam sabuk pembatas terhadap pergerakan harga Namun dalam penerapannya garis tengah Bollinger Bands seringkali tidak ditampilkan karena memang garis tengah tersebut hanyalah garis Bewegliche Mittelwerte Biasa. Perhatikan gambar berikut: Seperti telah di terangkan diatas, Bollinger Bands sendiri bentuknya menyerupai sabuk yang menjadi pembatas pergerakan harga. Dapatkah Anda menemukan sesuatu pada gambar diatas Ya benar. Apabila Terjadi Ketidak Seimbangan Antara Nachfrage Dan Versorgung, Maka Bollinger Bands Akan Lebih Melebar Dibandingkan Kondisi Seimbang. Seutelai contoh dari gambar diatas, terjadi keadaan dimana liefern lebih banyak dari nacht sehingga membuat harga turun dari 1.2185 menuju 1.2071 (114 punkt), maka sabuk bolinger akan lebih melebar karena memang laju harga sedang meningkat. Bandingkan dengan keadaan dimana Nachfrage Dan Lieferung cenderung sama seperti pada pukul 12.00 dan setelahnya. Jika terjadi keseimbangan yang artinya pasar akan bergerak dalam kondisi seitlich maka Bollinger Bands akan lebih menyempit dari biasanya karena memang laju harga tidak secepat ketika uptrend atau unten trend. Sebagai Volatilitätsindikator, Sebenarnya Bollinger Bands tidak dapat berdiri sendiri. Indikator ini biasanya digunakan hanya sebagai indikator awal untuk mengukur harga relatif dan volatilität (flüchtige mudah berubah 8211 volatilität tingkat kecepatan dalam berubah). Bollinger Bands bukanlah Indikator Aktion, jadi disarankan jika menggunakan indikator satu ini, gunakan juga indikator lain sebelum mengambil keputusan untuk kaufen atau verkaufen. Seperti telah diterangkan diatas, Bollinger Bands pada dasarnya terdiri dari tiga garis. Yang timbul pada pikiran kita tentunya dari mana garis-garis ini berasal bukan Nah, berikut penjelasannya: Uper band Simple Moving Average (faktor pengali x standar deviasi) Mittleres Band Simple Moving Average Unteres Band Simple Moving Average 8211 (faktor pengali x standar deviasi) Faktor Pengali 0.6174 x ln (periode Bollinger Bands) 0.1046 Untuk faktor pengali, biasanya digunakan angka 2 dibandingkan penggunaan rumus diatas. Standar deviasi merupakan perhitungan statistik biasa yang digunakan untuk mengukur besarnya penyimpangan pada tiap-tiap Daten. Rumusnya adalah sbb: dengan: Xi Daten ke i X rata-rata Daten yang kita gunakan dalam perhitungan ini bukan hanya geschlossenen Preis saja seperti pada SMA Biasa. Pada Bollinger Bands, Daten Yang Dipakai Adalah Gabungan Antara hoch, niedrig Dan closinng Preis. Ada dua jenis pengambilan Daten pada Mittelband yaitu dengan memakai Typischer Preis als gewichteter Preis. Namun Biasanya Yang Paling Sering Digunakan Adalah typischen Preis. Ok-ok, saya tahu ini membosankan Tapi Saya Rasa Anda Perlu Tahu Dari Mana Bollinger Bands Nummer Ini Keluar Karena Paling Tidak Jika Anda Memiliki Basic Cukup Kuat Dalam Statistik, Anda Akan Mampu Menginterpretasikan Bollinger Bands Dengan Lebih Baik Setelah Mengetahui Karate Matematisnya. Karakter Bollinger Bands Setiap Indikator tentulah punya karakter masing-masing. Beginen juga dengan indikator satu ini. Satu hal yang unik yang dimilikinya adalah Bollinger Bands memampukan tiap-tiap orang menginterpretasikan indikator ini dengan caranya masing-masing. Bahkan John Bollinger Sendeiri, Pencipta Indikator Ini Mengatakan Bahwa Hal Yang Paling Menarik Dalam Analisa Menggunakan Bollinger Bands Adalah Memperhatikan Bagaimana Setiap Orang Menggunakannya. Meski ada beberapa aturan baku dalam Bollinger Bands, tetapi bisa saja trader satu dengan trader lainnya memiliki cara yang berbeda dan penggunaan yang berbeda dalam memakai Bollinger Bands. Berikut adalah karakter umum yang berlaku pada Bollinger Bands: Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action. Harus diapakai bersama indikator lainnya. Tentukan Salah Satu Indikator Yang Terbaik Bagi Anda Sebagai Indikator Aktion, Namun Jangan Memakai Indikator Aktion Lebih Dari Satu. Beberapa Indikator Aktion Yang Baik Adalah RSI, Stochastische ataupun Impuls. Terserah Anda Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar dari sabuk. Ini dapat berarti akan terjadi Umkehr atau malah sebaliknya Penguatan Trend Yang Sedang Berlangsung. Untuk mengetahuinya kita dapat melihat indikator aktion yang kita pakai. Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga berpengaruh disini Semakin Kecil Periode Yang Dipakai Maka Lebar Sabuk Akan Semakin Kecil Dan Demikian Sebaliknya. Jika Bollinger Bands kita gabungkan dengan RSI, demikian hasilnya: Bila harga berada diluar obere band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona überkauft, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea überbucht dan sedang meninggalkan Bereich überkauft, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa kerze kedepan. Bila harga berada diluar unteren band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona oversold, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea überverkauft dan sedang meninggalkan bereich überverkauft, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa kerze kedepan Nah, mari kita lihat gambar berikut: Perhatikan Bereich yang dilingkari dan besar smoothing RSI. Pada 1.1932, besar Glättung RSI Adalah 39.9429 dan Harga telah menembus Oberband dua kali secara berturut-turut. Ini mengindikasikan bahwa akan terjadi penerusan trend yang baru saja dimulai. Dalam Kenaikan Harga, Tercatat Beberapa Kali Juga Harga Menembus Oberband Namun RSI Belum Juga Meninggalkan Overbought Bereich. Ini berarti trend masih akan terus terjadi sampai RSI meninggalkan überkaufte bereich. Sekarang bandingkan dengan gambar berikut ini: Pada Bereich Yang Dilingkari Glättung RSI bernilai 31.7379 dan harga telah menembus unteren Band tiga kali dengan bullish Kerze. Dengan Demikian Diperkirakan Akan Terjadi Pembalikan Trend Seperti Terlihat Pada Kerze Berikutnya. Kenapa saya dapat memberikan perkiraan bahwa akan terjadi pembalikan trend dari bearish menuju bullish Itu karena selain indikator Aktion saya menunjukan harga telah meninggalkan überverkauft Bereich dan mengarah menuju überkauft Bereich. Dapat disimpulkan dari penggunaan contoh disini, sebenarnya pemaduan Bollinger Bands dengan indikator lainnya dapat kita lakukan bila kita memahami penggunaan indikator lain tersebut dengan benar. Penggunaan Indikator Yang Tepat Akan Menghasilkan Keputusan Yang Saling Menguatkan Dan Menunjang Sehingga Diperoleh Berbagai Keuntungan. Semakin Kita Memahami Penggunaan Indikator Aktion Maka Semakin Besar Kesempatan Kita Memanfaatkan Bollinger Bands Sebagai Volatilität Indikator. Pemakaian Bollinger Bands Walaupun Bollinger tidak dapat digunakan sendiri, namun ada beberapa indikasi offen BuySell yang masih kita bisa peroleh melalui Bollinger Bands terutama melalui Mittelband. Ingat, pada dasarnya Mittelband Adalah Indikator Einfache Moving Average. Ini berarti apa yang berlaku pada SMA juga berlaku pada Mittelband: Mittelband berada di bawah harga, maka ini mengindikasikan Bullish Trend. Mittlerer Band berada di atas harag, indikasi Bearish Trend. Perpotongan Antara Mittelband dan Harga, indikasi peralihan Trend. Doppelboden kaufen. Ini akan terjadi ketika harga menembus unteren band dua kali berturut-turut. Adanya doppelter Boden merupakan indikasi akan terjadi peningkatan harga. Namun untuk memastikannya, diperlukan konfirmasi harga menembus Mittelband. Jika telah menembus mittlere band, maka bisa diperkirakan akan terjadi uptrend dimana kita harus membuka posisi kaufen. Kebalikan dari doppelte unten kaufen adalah doppelte top verkaufen yaitu keadaan dimana harga menembus obere band dan divalidasi dengan penembusan mittelband juga. Ini berarti akan terjadi penurunan harga dimana kita harus membuka posisi verkaufen terlebih dahulu guna memperoleh keuntungan. Menyiasati Bollinger Bands Sebagai penghasil sinyal transaksi Bollinger bands merupakan salah satu dari beberapa indikator yang populer bagi kalangan trader dunia. Banyak sekali strategi handel yang ada saat ini menggunakan Bollinger bands sebagai dasar pengambilan keputusan transaksi, termasuk yang sudah berbentuk Expert Advisor (Roboter). Diantara sistem Handel tersebutpun tidak sedikit yang sukses menghasilkan keuntungan secara konsisten, dan hal itu merupakan tujuan dari penulisan artikel Bollinger bands kali ini. Sebelum kita membahas strategi handel berdasarkan Bollinger bands, tentu diperlukan pemahaman mengenai indikator tersebut, dasar perhitungan dan bagaimana cara penggunaannya. Apa itu Bollinger Bands Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang memiliki tiga garis utama yang bergerak mengikuti rata-rata pergerakan harga sepanjang periode tertentu. Garis utama Bollinger Bands yang diberada di tengah gerakan (mittleres band) dan menjadi tolok ukur merupakan garis rata-rata pergerakan harga yang dihitung secara sederhana (einfach gleitender Durchschnitt). Sementara dua garis lainnya ditempatkan pada bagian atas dan bawah (oberes amp unteren band) dihitung berdasarkan - 2 standar deviasi dari garis rata-rata (MA). Upperband Mittelband 2 Standar Deviasi Mittelband MA Periode 20 Unterband Mittelband -2 Standar deviasi Gambar 1. Bollinger Bands, MA 20 Ampere STD 2 Bollinger Bands Adalah Indikator Yang Diperkenalkan Oleh John Bollinger Pada Tahun 1983 Ini Memiliki Banyak Fungsi Yang Bermanfaat Bagi Trader Dalam Aktifitas transaksi Selain sebagai alat untuk mengenal tren, Bollinger Bands dapat digunakan sebagai indikator volatilitas dan disaat yang sama dapat memberikan gambaran titik tertinggi (überkauft) dan terendah (überverkauft) relatif dari pergerakan harga. Penggunaan Bollinger Bands Untuk mulai mengambil manfaat Indikator Bollinger Bands Ini Menurut John Bollinger sendiri ada 15 aturan dasar yang perlu dipahami. Aturan-aturan tersebut tertuang dalam bukunya: 8220Bollinger auf Bollinger Bands8221. Agar tidak terlalu panjang dan lebih mudah difahami, kami merangkum panduan tersebut ke dalam 4 katagori, sebagai berikut Bollinger Bands mampu menyediakan definisi relatif akan harga rendah (niedrig) dan harga tinggi (hoch) dari pergerakan harga. Harga tersebut dapat (dan biasanya) bergerak naik ke arah obere band atau turun ke untere band. Jika harga ditutup di bagian luar Bollinger Bands, hal tersebut tidak selalu berarti umkehrung, namun dapat juga merupakan sinyal berlanjut, terutama ketika ketiga garis bergerak semakin menyempit. 2. Kombinasi dengan Indikator Definisi relatif (hoch als niedrig) Bollinger Bands, dapat digunakan untuk membandingkan pergerakan harga dengan pergerakan indikator lain untuk menghasilkan sinyal transaksi yang gültig. Penggunaan Indikator Bollinger Bands Sebagai Sinyal Konfirmasi Dapat Berasal Dari Momentum, Volumen, sentimen, offenen Interesse atau Daten Inter-Markt. Namun sebaiknya tidak merupakan indikator golongan yang sama. Selain itu, penggunaan indikator volatilitas atau tren tambahan tidak diperlukan karena dengan sendirinya sudah tercerminkan dalam Bollinger Bands. 3. Pengenalan Pola Harga (Muster Anerkennung) Ketiga, Bollinger Bands dapat digunakan sebagai penjelas pola harga (Preismuster), seperti pola 8220M8221 pada puncak harga dan pola 8220W8221 pada dasar harga. 4. Nilai default dan penyesuaian Nilai default Bollinger Bands adalah MA periode 20, plus 2 SD untuk Oberband dan minus 2 SD untuk unteren Band. Nilai aktualer dari setiap instrumen dapat berbeda-beda tergantung dari instrumennya dan Zeitrahmen yang digunakan masing-masing. Periode MA Yang Digunakan Sebaiknya Zwischenprodukt, Dan Tidak Harus Dicari Seakurat Mungkin Seperti Halnya Ketika Menggunakan MA Crossover. Jika periode MA diatur lebih panjang, maka sebaiknya jumlah standar deviasinya juga turut ditingkatkan. Misalnya, - 2,1 standar deviasi pada MA periode 50. Demikian juga sebaliknya, Standar deviasi diturunkan ketika menggunakan MA periode lebih pendek, misalnya - 1,9 SD pada MA periode 10. Keempat panduan tersebut karena keterbatasan tertentu, tidak akan diperjelas dengan penggunaan Contoh-contoh Setelah Memahami Hal-Hal Tersebut, Pembahasan Kita Lanjutkan Pada Peluang Menyusun Strategi Trading Melalui Bollinger Bands. Keunggulan Bollinger bands dalam menghasilkan strategi handel diperoleh dari dua karakteristiknya yang penting. Yang Pertama Adalah Indikator Bollinger Bands Ini Mampu Memberikan Gambaran Tren Seperti Halnya Yang Verdammungskanin Oleh gleitenden Durchschnitt. Kedua, BB (Bollinger Bands) bergerak menyempit dan mengembang sesuai dengan volatilitas harga, sehingga memberikan Ebene Unterstützung dan Widerstand yang lebih dinamis. Seperti Yang Diperlihatkan Dalam Gambar 1 Di Atas, Garis Tengah BB (Bollinger Bands) Bergerak Memberikan Konfirmasi Terhadap Tren Yang Tengah Terjadi, Sekaligus Di Saat Yang Sama, Garis Atas Dan Bawah BB (Bollinger Bands) Mampu Memberikan Level-Level-Tahanan Yang Bergerak Dinamis. Dari karakteristik Bollinger bands tersebut ada dua modell strategi penting yang dapat kita ambil sebagai acuan dalam penyusunan sistem handel, counter trend dan trend folgend. 1. Counter Trend Yang dimaksud dengan Zähler Trend Disini Adalah Keputusan Transaksi Diambil Ketika Harga Berhasil Mencapai Titik-Titik Tahanan Yang Disediakan Oleh BB (Bollinger Bands). Dengan Maksud Bahwa Posisi Beli Diambil Ketika Harga Mencapai Unterstützung, Dan Posisi verkaufen Diambil Ketika Harga Mencapai Titik Widerstand. Strategi ini banyak digunakan akibat perilaku unik yang diperlihatkan oleh BB (Bollinger Bands) terhadap perubahan harga. Harga Sering Sekali Kembali Ke Bereich Mittelband Setela Berhasil Mencapai Bahkan Menembus Oberband Atau Unterband, Terutama Pada Masa Konsolidasi. Namun demikian, hal yang perlu diingat adalah bahwa banyak dari tag tersebut menghasilkan sinyal palsu. John Bollinger Sendeiri mengingatkan dalam bukunya, bahwa sentuhan (tag) harga terhadap oberes atau unteres band hanya sekedar tag tidak berarti apapun karena harga dapat melanjutkan pergerakannya (gehend die band) dan menyentuh oberes atau unteres band secara terus menerus tanpa sempat mengalami koreksi terlebih dahulu, Hal tersebut terjadi umumnya pada saat trending. Untuk memperkecil sinyal palsu Bollinger bands, dalam aturan entri sebaiknya diberi filter lain atau paling tidak terdapat syarat tambahan agar tidak seluruh tag dijadikan sebagai sinyal. Dibawah ini adalah aturan sederhana Bollinger Bands dengan konfirmasi Schlusskurs yang dapat dijadikan contoh untuk menginspirasi Anda dalam menyusun sistem Handel seperti ini. Membeli pada saat offen, setelah sehari sebelumnya harga berhasil ditutup di bawah unteren band. Menjual pada saat offen, setelah sehari sebelumnya harga berhasil ditutup di atas obere band. Ausfahrt strategi Bollinger Bands merupakan komponen terpenting dari sinyal transakasi. Di Bawah Ini Beberapa Alternatif Ausfahrt Yang Dapat Anda Jadikan Panduan. Menutup posisi beli pada saat harga berhasil ditutup dibawah mittlere band, dan menutup posisi jual pada saat harga ditutup di atas mittleres band. Penggunaan Sistem Ausfahrt Seperti Ini Memerlukan Stop Tambahan (Subjektif), Karena Ketika Tren, Harga Dapat Bergerak Naik Tanpa Sempat Ditutup Di Bawah Atau Di Atas Mittelband. Menutup posisi beli pada saat harga berhasil ditutup dibawah untere band, dan menutup posisi jual pada saat harga ditutup di atas obere band. Penggunaan stoppen juga diperlukan disini, karena harga dapat bergerak naik tanpa sempat memenuhi kondisi Ausfahrt. Alternatif Schleppstopp juga sebaiknya dipertimbangkan sebagai proteksi dari pergerakan harga yang tidak sempat memenuhi aturan ausfahrt, agar posisi Anda yang telah menghasilkan keuntungan tidak berubah menjadi kerugian. Kofali Pada Contoh Euro H1, Sejak Tanggal 2 Hingga 16 Oktober, Dengan Menggunakan Alternatif Ausfahrt Pertama (a) Tanpa Stop Lost, Sistim Ini Berhasil Mengantongi 177 171 Pips, Dengan Win Verlust Verhältnis 60:40 (). Ilustrasi Bollinger bands pada gambar 2 sekedar contoh dan hanya berdasarkan uji coba visuell yang memungkinkan hasil kurang akurat. Anda perlu melakukan penyesuaian sendiri terhadap instrumen, zeitrahmen dan metode sendiri sebelum mengaplikasikannya ke dalam aktifitas handel Anda. 2. Trend Nach Tentunya, Aturan Bollinger Bands Yang Paling Umum Digunakan Dalam Sistem Ini Adalah Aturan Yang Secara Kontra Berlawanan Dengan Aturan-Aturan Zähler Trend Diatas, Baik Pada Entri Maupun Ausfahrt-Nya. Contoh pertama aturan yang umum digunakan: Membeli pada saat Harga ditutup di atas Oberband. Menjual Pada Saat Harga Ditutup di Bawah Unterband. Tutup posisi Beli Pada Saat Harga Ditutup di Bawah Unterband. Tutup posisi jual pada saat harga ditutup di atas Oberband. Kembali lagi pada ilustrasi Euro, sistem Bollinger Bands ini secara kontras mengahasilkan posisi berlawananischen dengan counter Trend. Dengan Menggunakan Asumsi Yang Sama Dan Secara Visual, Sejak 2 Hingga Oktober 09, Sistem Ini Menghasilkan 177 55 Pips Dengan Win Verlust Verhältnis 50:50 (). Jika Anda Adalah Trend Trader, Anda dapat melakukan penyesuaian dan optimasi tersendiri untuk meningkatkan hasil dari penggunaan Bollinger Bands ini. Berikut ini adalah contoh penyesuaian penggunaan Bollinger Bands untuk sistem Trend folgend: Atur Bollinger Bands dengan nilai MA 100, dan standar deviasi 1 Beli Ketika niedrigen Kemarin berada di atas oberen Band Jual Ketika hohen Kemarin Berada di Bawah unteren Band Tutup Posisi Beli Ketika hohen Kemarin Berada Di bawah Oberband Tutup posisi jual Ketika niedrigen Kemarin berada di atas unteren Band Pada contoh Bollinger Bands kali ini, kita menggunakan USDJPY sebagai instrumen dengan Zeitrahmen täglich. Silahkan mengujinya pada instrumen lain, seperti Euro atau USDCHF. Hanya saja yang perlu di ingat adalah bahwa sistem ini bekerja baik dalam zeitrahmen lebih besar seperti täglich. Anda akan menemukan banyak falsch signal ketika menerapkannya pada instrumen yang jauh lebih pendek. Dengan menggunakan aturan-aturan Bollinger bands tersebut diatas yang diterapkan pada USDJPY, sistem tersebut secara visuell telah menghasilkan gesamt 177 990 pips sejak September 07 hingga 19 Okt 09, dengan Win Verlustverhältnis 50:50 (). Seperti pada umumnya yang dapat kita peroleh dari alat teknikal, Bollinger Bands memberikan alternatif pembacaan terhadap pergerakan pasar dan bagaimana cara memanfaatkan pergerakan tersebut untuk meningkatkan hasil transaksi. Bollinger Bands memberikan Anda gambaran tentang volatilitas harga, tren yang sedang berlangsung titik unterstützung dan widerstand dalam satu bentuk indikator. Sehingga ide-ide penyusunan sistem Handel dapat dilakukan dengan sederhana. Contoh aturan dalam artikel ini adalah bentuk-bentuk sederhana dari penggunaan Bollinger Bands, menggunakan Daten terakhir beberapa instrumen, dan berdasarkan pengujian visuell. Anda sebaiknya melakukan penyesuaian dan pengujian tersendiri sebelum mengaplikasikannya ke dalam leben Handel.
No comments:
Post a Comment